Sepanjang tahun lalu, Facebook dilaporkan mendulang pendapatan dari iklan jejaring sosial sebesar US$ 1,86 miliar atau sekitar Rp 16,8 triliun.
Mengutip laporan eMarketer, sebagian besar pendapatan itu diperoleh pembelian mata uang virtual atau Facebook Credit bagi anggota Facebook yang sering menggunakan game jejaring sosial. Jumlah perolehan dari iklan ini, menurut eMarketer, sedikit lebih kecil ketimbang tahun 2009 yang mencapai US$ 2 miliar.
Dari setiap transaksi pembelian mata uang virtual, Facebook mengutip ongkos sekitar 33 sen dollar. Adapun untuk layanan pemasangan iklan di Facebook, perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg ini menampilkan lebih dari 50 milyar iklan tiap bulan dan setiap tahunnya mencapai 1 triliun tampilan iklan.
Untuk menambah jumlah tampilan iklan, Facebook tengah mengembangkan cara untuk memanfaatkan data anggotanya dan mempelajari karakter mereka supaya penawaran yang disampaikan tepat sasaran. Pasalnya, dalam soal perikalan di dunia maya ini, situs jejaring sosial itu juga bersaing dengan Google, Groupon, Foursquare dan perusahaan lainnya yang melayani iklan berbasis lokasi.
Analis eMarketer, Debra Williamson mengatakan sepanjang 2010 total belanja iklan online sebesar US$ 740 miliar yang didominasi merek ternama, seperti Procter&Gamble dan Coca-Cola. Jumlah pendapatan iklan yang diperoleh Facebook itu, menurut dia, hanya menguasai 5 persen dari total pasar iklan dunia. "Jumlahnya diperkirakan akan meningkat menjadi 8 persen pada tahun ini," katanya.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar